Pasang Iklan

3.03.2009

Bundanya Chaska kena Hipertiroid

Setelah lama dirawat di RS Brawijaya karena sakit tipes & DB dirawat oleh Dr, Prasna, saya sempet masuk kerja kira2 4 hari. Anehnya, badan masih lemes luarbiasa, ditambah sakit kepala periodik dan yang paling aneh, jari-jari gemetar terus. Kalau nulis, huruf jadi keriting semua. Waktu itu yang terpikir, jangan2 kena parkinson.... bukan cuma itu ternyata, asam lambung naik sehingga membuat rasa nyeri luar biasa di ulu hati,. Awalnya saya pikir sih, mungkin efek penyakit tipes yang belum tuntas, atau efek obat keras di rumah sakit sebelumnya yang mengganggu lambung. Tidak tahan dengan nyerinya (rasanya seperti kolik), saya kembali masuk UGD (sampai 2 x, karena sempat pulang lagi) nginep di hotel brawijaya. 2 hari kemudian pulang walaupun perut masih sering nyeri & penuh gas lambung. Saya kembali ngantor seberapa hari kemudian, tapi gemetar disertai rasa lemas & ngos-ngosan tambah hebat. Bicara sedikit aja nafasnya seperti habis lari sprint. Curiga ada penyakit lain, saya kemudian ke Medistra untuk konsul dokter internis andalan saya, Prof. Herdiman. Dia emang hebat, begitu saya bilang kalau gemetar, dia cuma menyuruh saya meluruskan kedua tangan ke depan beberapa saat, menempelkan stetoskop di 3 tempat, satu di leher, di bagian jantung dan sekali lagi di perut. "Ada masalah tiroid !" langsung disebut diagnosa sementaranya. Dokter ini sebenarnya berwajah "menenangkan" & easy going biasanya. tapi waktu itu, beliau kelihatan concern..."kenapa tdk ketahuan kemarin2?" katanya. Wah deg-deg an juga, hari itu juga tes darah hormon T3 T4 dan THS, kalau gak salah. Hasilnya : jauh di atas angka normal atau yang disebut HIPERTIROID. Ternyata inilah yang menyebabkan saya gemetar, lelah, jantung deg-degan dan metabolisme tubuh secara umum tidak normal. Mood pun terganggu, persis kayak symptom PMS atau menopause. Oya, dokter juga bilang bahwa gangguan tiroid juga menyebabkan gangguan kesuburan. Wah kayaknya rencana punya anak lagi harus ditunda cukup lama hingga pengobatan selesai. Lamanya sekitar 6 bulan - 18 bulan menurutnya. Yang diberikan ke saya adalah obat generik (murah...) PTU atau propiltiorasil 100 mg sebanyak 3 x 3. Rasanya sangat pahit sehingga untuk mengkonsumsinya saya menggunakan pisang. Suatu kali teman saya melihat obat tsb, sempat bilang saya seperti benar2 nge-drug, bawa sekantong obat putih ke mana-mana ! Apa sih kelenjar Tiroid...? Kelenjar Gondok atau Thyroid Gland (Tiroid) adalah kelenjar yang kecil berbentuk kupu, letaknya di bagian bawah leher, terdiri dari dua sayap yaitu lobus kanan dan kiri, serta penghubung di tengah yang disebut isthmus. Kelenjar tiroid mengambil yodium dari darah (kebanyakan berasal dari makanan seperti seafood, roti, dan garam), yang digunakan untuk membentuk hormon. Hormon dari tiroid adalah triiodothyronine atau T3, dan tetraiodothyronine (Thyroxin) atau T4. Kedua hormon ini diperlukan untuk energi, pembakaran, atau metabolism sel tubuh. Jumlah T4 adalah 99.9% dan T3 0.1%, namun yang mempunyai efek pada tubuh terutama adalah T3, begitu dilepaskan dari kelenjar ke dalam darah, sebagian besar T4 akan diubah menjadi T3, yang akan dipakai untuk metabolisme sel. Penyakit-Penyakit Kelenjar Tiroid Masalah kesehatan yang berkaitan dengan kelenjar tiroid antara lain adalah : * Hipertiroid – tiroid yang hiperaktif atau over-aktif, hormon tiroid berlebihan * Hipotiroid – aktivitas tiroid yang menurun, hormon tiroid kurang * Goiter atau Struma – pembesaran kelenjar tiroid * Nodul tiroid – benjolan padat dari tiroid * Kista tiroid – ada rongga berisi cairan di kelenjar tiroid * Kanker tiroid – tumor ganas kelenjar tiroid * Tiroiditis – radang kelenjar tiroid. HIPERTIROID Bila kelenjar tiroid overaktif dan memproduksi hormon yang berlebihan, maka keadaan ini dinamakan hipertiroid. Penyebab tersering adalah suatu proses semacam alergi (autoimun), dimana ada antibodi yang bereaksi ke kelenjar tiroid sehingga tiroid membesar secara menyeluruh (difus), overaktif, dan memproduksi hormon yang banyak, penyakit ini disebut Graves’ Disease. Ada istilah tirotoksikosis, yang berarti hipertiroid dengan tanda-tanda akibat hormon berlebihan, misalnya berdebar, badan makin kurus, mata menonjol, dan lain-lain. Karena sebenarnya artinya tidak berbeda dengan hipertiroid, maka kita pakai istilah hipertiroid saja. Penyebab Hipertiroid Ada beberapa penyakit yang menyebabkan hipertiroid, yaitu : * Penyakit Graves * Toxic Nodular Goiter * Minum obat hormon tiroid berlebihan * Produksi TSH yang abnormal * Tiroiditis (radang kelenjar tiroid) * Konsumsi yodium berlebihan. Penyakit Graves Penyakit Graves atau Graves’ disease disebabkan oleh kelenjar tiroid yang overaktif, dan merupakan penyebab hipertiroid yang paling sering dijumpai. Kelenjar tiroid membesar merata atau menyeluruh, tidak bisa memberi respons terhadap kontrol dari TSH. Penyakit ini biasanya turunan, wanita 5 kali lebih sering daripada pria. Diduga penyebabnya adalah penyakit autoimun, dimana ada antibodi yang ditemukan dalam peredaran darah, yaitu thyroid stimulating immunogliobulin (TSI antibodies), thyroid peroksidase antibodies (TPO), dan TSH receptor antibodies (TRAb). Pencetus kelainan ini adalah stres, merokok, radiasi leher, obat-obatan, dan infeksi virus. Penyakit Graves sering diikuti dengan kelainan mata dan kulit, gangguan pada mata menyebabkan penglihatan kabur, sensitif terhadap sinar, terasa seperti ada pasir di mata, mata dapat menonjol keluar hingga double vision (melihat ganda). Penyakit mata ini sering berjalan sendiri dan tidak tergantung pada tinggi rendahnya hormon tiroid. Gangguan kulit menyebabkan kulit jadi merah, kehilangan rasa sakit, serta berkeringat banyak. Toxic Nodular Goiter Benjolan leher akibat pembesaran tiroid yang berbentuk biji padat, bisa satu (single nodule) atau banyak (multinodular). Kata toxic artinya hipertiroid, sedangkan nodule atau biji itu tidak terkontrol oleh TSH sehingga memproduksi hormon tiroid yang berlebihan. Minum Obat Hormon Tiroid Berlebihan Keadaan demikian tidak jarang terjadi, karena periksa laboratorium dan kontrol ke dokter yang tidak teratur, sehingga pasien terus minum obat tiroid; ada pula orang yang minum hormon tiroid dengan tujuan menurunkan berat badan hingga timbul efek samping. Produksi TSH yang Abnormal Tumor pada kelenjar hipofisis dapat memproduksi TSH berlebihan, sehingga merangsang tiroid untuk mengeluarkan T3 dan T4 yang banyak. Keadaan ini jarang didapatkan, dan biasanya disertai dengan gangguan hormon lain yang juga diproduksi oleh hipofisis. Tiroiditis (Radang Kelenjar Tiroid) Radang tiroid umumnya disebut Tiroiditis Subakut yang disebabkan oleh infeksi virus, ditandai dengan demam, nyeri menelan, kelenjar tiroid membesar dan sakit bila tersentuh; dapat diikuti dengan peningkatan hormon tiroid. Tiroiditis juga sering terjadi pada ibu setelah melahirkan, disebut Tiroiditis Pasca Persalinan, dimana pada fase awal timbul keluhan hipertiroid, 2-3 bulan kemudian keluar gejala hipotiroid, yang selanjutnya berangsur menjadi normal. Silent Thyroiditis adalah suatu keadaan radang kelenjar tiroid yang tanpa gejala atau tiroiditis yang sangat ringan, biasanya tidak terasa nyeri. Konsumsi Yodium Berlebihan Kelenjar tiroid memakai yodium untuk membuat hormon tiroid, bila konsumsi yodium berlebihan bisa menimbulkan hipertiroid. Kelainan ini biasanya timbul apabila sebelumnya si pasien memang sudah ada kelainan kelenjar tiroid Pemakaian obat tertentu seperti amiodarone (cordarone), suatu obat yang digunakan untuk gangguan irama jantung, juga mengandung banyak yodium dan bisa menimbulkan gangguan tiroid. Bagaimana Gejala Hipertiroid ? Hipertiroid biasanya disertai dengan berbagai keluhan dan gejala. Pada stadium yang ringan sering tanpa keluhan. Demikian pula pada orang usia lanjut, lebih dari 70 tahun, gejala yang khas juga sering tidak tampak. Tergantung pada beratnya hipertiroid, maka keluhan bisa ringan sampai berat. Keluhan yang sering timbul antara lain adalah : * Banyak keringat * Tak tahan panas * Sering buang air besar, kadang diare * Jari tangan gemetar (tremor) * Nervus, tegang, gelisah, cemas, mudah tersinggung * Jantung berdebar cepat * Denyut nadi cepat, seringkali sampai lebih dari 100 kali per menit * Berat badan turun, meskipun makan banyak * Rasa capai * Otot lemas, terutama lengan atas dan paha * Rambut rontok * Kulit halus dan tipis * Pikiran sukar berkonsentrasi * Haid menjadi tidak teratur * Kehamilan sering berakhir dengan keguguran * Bola mata menonjol, dapat disertai dengan penglihatan ganda (double vision) * Denyut nadi tidak teratur (atrial fibrillation), terutama pada usia di atas 60 tahun Pada orang tua, gangguan irama jantung dapat mengakibatkan gagal jantung. Pada kasus yang berat dapat timbul tekanan darah tinggi, demam, gagal jantung, bahkan bisa bingung, gangguan mental sampai tidak sadar. Memastikan Adanya Hipertiroid Bila kita temukan seorang dengan tangan gemetar, banyak keringat, kulit halus dan tipis, rambut rontok, denyut jantung cepat, serta pembesaran kelenjar tiroid, maka patut dicurigai ada hipertiroid. Mata sering tampak menonjol keluar. Gejala akan jelas terlihat pada hipertiroid yang sudah lanjut, namun pada kasus dini apalagi pada orang tua, seringkali kelewatan tidak terdeteksi, pada keadaan demikian perlu pemeriksaan darah untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan darah akan ditemukan kenaikan hormon T3 dan atau T4. Demikian pula pemeriksaan TSH darah sangat penting dan biasanya ditemukan kadar TSH yang rendah, kecuali bila penyebab hipertiroid adalah karena tumor di hipofisis yang banyak memproduksi TSH. Pada kasus tertentu, diperlukan pemeriksaan antibodi dan scan yodium radioaktif, untuk melihat penyakit dasar pada tiroidnya. Pengobatan Hipertiroid Pengobatan hipertiroid meliputi : * Mengobati gejala hipertiroid * Pemberian obat anti tiroid * Yodium radioaktif * Tindakan bedah. Mengobati Gejala Hipertiroid Biasanya diberi obat untuk menghilangkan gejala jantung yang berdetak sangat cepat, misalnya Propanolol atau Atenolol. Kadang diperlukan obat penenang dan tambahan vitamin. Pemberian Obat Anti Tiroid Obat yang dipakai untuk menurunkan T3 atau T4 adalah Propylthiouracil (PTU), Carbimazole (Neo-Mercazole), Thiamazole (Thyrozol), dan Methimazole. Obat ini bekerja menghambat perubahan T4 menjadi T3 yang aktif. Pemakaian obat jangka panjang perlu diperiksa jumlah lekosit darah karena efek obat pada sumsum tulang. Pengobatan sering perlu sampai lama, apabila sudah tercapai eutiroid atau normotiroid (kadar hormon sudah normal), pasien masih dianjurkan memeriksakan hormonnya secara berkala, karena sebagian bisa kambuh terutama pada penyakit Graves. Yodium Radioaktif Pengobatan radiasi ini memakai yodium 131 yang diminumkan dalam bentuk tablet atau cairan, bahan yodium ini diserap hanya oleh sel tiroid, bahan radioaktifnya merusak sel itu, sehingga produksi hormon yang berlebihan bisa dihentikan. Pengobatan ini tidak boleh diberikan pada wanita hamil atau menyusui. Orang yang dengan sakit jantung berat, atau tidak tahan dengan obat anti tiroid, dianjurkan menjalani pengobatan ini. Pasca pengobatan perlu penyesuaian selama beberapa minggu, sebagian orang mengalami hipotiroid yang permanen sehingga perlu minum obat hormon tiroid terus. Pengaruh radiasi jangka panjang juga perlu dipikirkan. Pembedahan biasanya mengambil sebagian kelenjar tiroid, tujuannya agar produksi hormon menjadi normal dan tidak lagi berlebihan. Akan tetapi bila pengambilan terlalu banyak, juga dapat timbul hipotiroid. Komplikasi pembedahan adalah kerusakan jaringan sekitarnya, misalnya saraf untuk pita suara, kelenjar paratiroid yang mengatur kalsium darah. Bila terambil sebagian paratiroid menyebabkan kalsium darah terlalu turun sehingga perlu minum pil kalsium. Dengan adanya obat anti tiroid, tindakan bedah sudah tidak terlalu sering lagi. Pembedahan dilakukan terhadap orang yang tidak berhasil dengan obat oral, atau kelenjar yang sangat besar sehingga menekan jalan nafas dan mengganggu proses menelan. sumber : chaska's Site

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Atas Komentar Anda...

 

Cari Tahu...


Banner

BLOGNYA ONEDEE Copyright © 2009 Community is Designed by Bie

world.gif Pictures, Images and Photos