
Menurut WHO, wabah paru-paru merupakan salah satu penyakit menular yang paling mematikan
VIVAnews - Wabah penyakit paru-paru di suatu kota pertanian terpencil Ziketan di barat laut China dalam beberapa hari terakhir sudah merengggut nyawa tiga penderita. Pemerintah setempat sudah menutup kota di provinsi Qinghai itu dan mulai melakukan sterilisasi.
Polisi mendirikan pos pemeriksaan di sekitar kota Ziketan setelah penyebaran mulai diketahui Kamis pekan lalu, 30 Juli 2009. Beberapa warga kota yang dihubungi kantor berita Associated Press melalui telepon mengungkapkan bahwa jalan-jalan utama berlangsung lengang dan sebagian besar toko tutup.
Korban ketiga wabah penyakit yang menyebabkan radang paru-paru tersebut adalah seorang pria lanjut usia berumur 64 tahun. Dia adalah tetangga seorang penggembala di Ziketan dan juga tinggal bersebelahan dengan pria 37 tahun. Mereka berdua sudah meninggal terlebih dulu. Menurut dinas kesehatan lokal, sembilan orang lagi, sebagian besar kerabat penggembala tersebut, juga terinfeksi dan kini dirawat di rumah sakit.
Dinas kesehatan meminta semua orang yang sejak pertengahan Juli pernah mengunjungi kota berpenduduk 10.000 jiwa tersebut dan mengalami gejala seperti batuk atau demam, agar memeriksakan diri.
Badan Kesehatan Dunia WHO di China telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan China dan mengambil sejumlah langkah untuk merawat dan mengkarantina korban sakit. Menurut WHO, wabah paru-paru merupakan salah satu penyakit menular paling mematikan, mampu membunuh manusia dalam waktu 24 jam setelah terinfeksi.
Bakteri penyebabnya sama dengan bakteri yang menyebabkan wabah penyakit pes yang dikenal dengan Black Death. Black Death menewaskan sekitar 25 juta orang di Eropa pada Abad Pertengahan.
Bakteri tersebut menyebar melalui udara dan bisa menular dari manusia ke manusia ketika mereka batuk. Bila segera diobati dengan antibiotik, penyakit tersebut bisa disembuhkan. (AP)
0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih Atas Komentar Anda...