Pasang Iklan

2.16.2009

Part I

Di sebuah desa kecil yang subur, sejuk dan indah bernama Lee Village,terdapat pasangan suami istri yang hidup dalam kesederhanaan. Mereka adalah Pardede sang suami dan istrinya Vatmawati. Walau hari-hari mereka serba kekurangan, mereka lalui itu tanpa ada kata keluh kesah yang keluar dari bibir mereka, tepatnya bibir dan mata mereka yang tampak mengering karena belum makan seharian. Meskipun demikian mereka tetap merasa hidup dalam kebahagiaan, karena menurut mereka tiada yang lebih membahagiakan kecuali mendapatkan pasangan setia, penuh kasih sayang dan saling mencintai, apapun yang mereka lakukan bagi mereka adalah sesuatu yang harus mereka jalani dengan ihklas dan penuh kesabaran. Ada satu hal lagi yang membuat mereka lebih tegar dalam kehidupan ini, mereka akan dikaruniyai belahan hati yang selama ini mereka dambakan. Mereka memang telah lama menikah, telah sepuluh tahun mereka hidup bersama tetapi baru saat ini mereka diberi kepercayaan oleh Sang Pencipta untuk merawat si buah hati. Pernah Vatmawati hampir dapatkan momongan pada Sembilan tahun yang lampau, tapi apa mau dikata Vatma mengalami keguguran pada usia kandungan memasuki bulan ketiga. Keguguran dikarenakan faktor sosial mereka, walaupun dalam kondisi hamil Vatma tetap bekerja di tempat kerjanya sebagai pemanen padi di sawah milik orang lain, upahnya walaupun sedikit dapat membantu suami yang bekerja sebagai tukang ojek dengan motor bututnya dan sesekali kerja di bengkel motor tetangga, karna keletihan kepala Vatma menjadi pusing, ketika hendak memberi rumput untuk kambingnya yang cuma seekor dia terjatuh dan kemudian mengalami pendarahan kemudian pinsan, setelah kembali sadar dia belum dapat melihat dengan jelas, dia terheran heran karena warga berkumpul di rumahnya. Masih tak sadar kalau dia mengalami keguguran, setelah benar-benar sadar Vatma merasakan ada yang aneh pada perutnya, setelah menyadarinya dia terkejut dan mengalami shock dan ini terjadi hampir setahun sampai akhirnya normal kembali. Hari demi hari mereka menanti saat kelahiran buah hati mereka, jarum jam terus berputar semakin mempercepat waktu, hari berganti dan merekapun semakin tak sabar menanti, si ayah semakin giat bekerja demi mempersiapkan segala sesuatu agar anak pertama mereka tidak terlanta dan ikut merasakan perihnya beban hidup yang dialami orangtuanya, sementara Vatma sang ibu tidak ingin kejadian yang menyedihkan dahulu terulang kembali, Vatma tidak ingin kemana-mana, dia benar-benar mempersiapkannya dengan baik agar memiliki tenaga yang cukup untuk melairkan belahan jiwanya itu. Malam semakin larut, terasa sepi malam ini maklum mereka tinggal di desa sehingga ketika malam datang hanyalah nyanyian jangkrik dan dinginnya angin malam yang didapati. Tiba-tiba perut Vatma terasa sakit, dia membangunkan suaminya yang sedang tertidur lelap di atas kursi tamu, Pardede kelimpungan mendengar istrinya sakit perut, tanpa sempat berkata apa-apa pardede bergegas mengambil jaket dan segera mengatarkan istri dengan motor bututnya ke rumah bidan yang jaraknya lumayan jauh, sesampainya disana Pardede mengetuk pintu rumah bu bidan, kebetulan bidan tersebut belum tidur.Kemudian bidan tersebut mempersilahkan mereka masuk dan segera bidan itu memeriksa kandungan Vatmawati. sementara Pardede dengan sangat cemas menunggu di luar kamar sembari mondar-mandir di depan ruang periksa. Tidak lama kemudian bidan itu keluar dan.... Bersambung....

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Atas Komentar Anda...

 

Cari Tahu...


Banner

BLOGNYA ONEDEE Copyright © 2009 Community is Designed by Bie

world.gif Pictures, Images and Photos